Jumat, 31 Juli 2020

6 Prinsip Dasar Asuransi Syariah yang Wajib Anda Ketahui


6 Prinsip Dasar Asuransi Syariah yang Wajib Anda Ketahui

Tertarik memilih produk asuransi syariah terbaik untuk perlindungan Anda? Tenang saja, karena saat ini jumlah produk asuransi syariah di Indonesia terus bertumbuh dan makin beragam, lho! Hanya saja, sebelum memilih, sebaiknya Anda pahami dulu apa saja prinsip dasar asuransi syariah, yuk. Sebab, prinsip asuransi syariah ini merupakan salah satu faktor utama yang membedakan asuransi syariah dengan asuransi konvensional.

6 Prinsip Dasar Asuransi Syariah

1. Ta’awun

Ta’awun atau tolong-menolong antar anggota adalah salah satu prinsip dasar dari asuransi syariah. Maksudnya, mereka yang membeli produk asuransi syariah – termasuk Anda nantinya – perlu memiliki niat untuk saling membantu.

2. Amanah

Amanah alias terpercaya berarti perusahaan asuransi harus mampu menyajikan laporan kepada para nasabah secara transparan. Oleh karena itu, Anda juga perlu memelajari latar belakang perusahaan asuransi yang merilis suatu produk asuransi kesehatan syariah yang akan Anda beli untuk meyakinkan Anda apakah perusahaan tersebut dapat dipercaya atau tidak.

3. Ridha

Ridha atau rela berarti bahwa para nasabah dari asuransi syariah perlu menyetorkan sejumlah dana yang merupakan premi sebagai kewajiban secara ridha atau rela. Premi ini akan diserahkan kepada perusahaan asuransi dan premi yang terkumpul akan dipergunakan sebagai dana sosial. Nah, prinsip yang satu ini berkaitan dengan prinsip ta’awun, karena premi/dana sosial tersebut akan benar-benar digunakan untuk membantu nasabah yang mengalami bencana kerugian tertentu.

4. Tauhid

Tauhid adalah prinsip utama dalam syariah yang diterapkan oleh ummat dalam setiap segi aktivitas sehari-hari yang dijalankan. Dan tauhid ini sendiri bermakna bahwa segala sesuatu yang dilakukan haruslah mencerminkan nilai-nilai ketuhanan dan tidak untuk menentang Allah SWT.

5. Keadilan

Prinsip dasar asuransi syariah yang satu ini berarti bahwa nilai-nilai keadilan di antara pihak-pihak yang saling terikat lewat adanya akad asuransi haruslah terpenuhi. Tujuan dari prinsip ini adalah untuk memahami apa saja hak dan kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan asuransi serta nasabah, di mana kedua belah pihak saling sepakat dengan hak dan kewajiban tersebut. Di samping itu, laporan keuangan yang diterbitkan oleh pihak perusahaan asuransi pun perlu mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kebenaran.

6. Kerja sama

Selain saling tolong-menolong, seluruh pihak yang terikat oleh akad asuransi juga perlu saling bekerja sama. Sebab, dalam Islam sendiri memang ada prinsip kerja sama dalam pelaksanaan aktivitas ekonominya. Hal ini dikarenakan sifat dasar manusia sebagai makhluk berakal dan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

Dengan memelajari keenam prinsip tersebut, sekarang ini Anda barangkali sudah bisa memahami seperti apa landasan asuransi syariah dan cara kerjanya. Dengan begitu, Anda bisa menggunakannya sebagai pertimbangan penting sebelum Anda mantap memilih produk asuransi syariah sebagai jaminan perlindungan kesehatan Anda.


0 komentar:

Posting Komentar