Selasa, 09 April 2019

Alasan Kaum Milenial Belum Berpikir Membeli Rumah

Alasan Kaum Milenial Belum Berpikir Membeli Rumah

Kaum milenial rupanya masih betah berlama-lama tinggal di rumah orang tua. Kebanyakan dari mereka baru akan hidup mandiri jika sudah menikah. Kebudayaan timur juga ikut mempengaruhi keputusan seseorang untuk tinggal terpisah dari orang tua.

Rumah.com Property Affordability Sentiment Index melakukan survei terhadap 1000 orang di kota-kota di Indonesia ditujukan untuk mengetahui respon pasar dari sisi permintaan sekaligus untuk menciptakan transparansi informasi untuk konsumen.

Dari total responden, sebanyak 63% di antaranya berada di golongan generasi milenial, yakni usia 22-35 tahun. Dari total responden milenial ini, sebanyak 51% mengaku masih tinggal di rumah orang tua.

Lebih jauh, survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H2-2018 menunjukkan bahwa mayoritas responden milenial menetapkan rencana untuk keluar dari rumah orang tua pada rentang usia 25-30 tahun.

Ketika diminta untuk menyebutkan alasan-alasannya, sebanyak 59% menyertakan 'Belum Menikah' sebagai salah satu faktornya. Alasan lain yang banyak disertakan adalah belum punya uang (53%). Sementara alasan 'Menjaga Orang Tua' dicantumkan oleh 47% responden.

Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan, dalam keterangan tertulisnya, berpendapat bahwa hasil survei ini menunjukkan bahwa keputusan untuk membeli rumah masih amat dipengaruhi oleh budaya ketimuran.

Banyak orang melihat rumah adalah kebutuhan bagi orang yang sudah berkeluarga sehingga sebelum menikah, kebanyakan orang belum memikirkan untuk membeli rumah.

"Pemikiran ini perlu di-challenge kembali. Saat sudah menikah apa lagi punya anak, kebutuhan finansial akan semakin besar. Ketika menikah, masyarakat kita terbiasa untuk mengeluarkan banyak uang untuk resepsi. Betulkah ini yang diperlukan? Coba berpikir lebih jauh, ketika kemudian selepas menikah akan memiliki anak, lalu masih harus mempersiapkan untuk biaya persalinan. Lalu masa depan anak-anak dan kebutuhan sehari-hari. Jika ditambah dengan biaya cicilan rumah, beban finansial itu akan semakin besar."

"Justru di masa muda, saat masih lajang atau belum punya anak, beban penghasilan belum terlalu besar. Ada baiknya mulai mencicil membeli rumah. Untuk yang memiliki jenis pekerjaan formal, cicilan tetap dengan jangka panjang dapat dipilih. Untuk yang bekerja sektor informal atau musiman, bisa dengan mengumpulkan uang hasil proyek pekerjaan secara cermat. Dengan demikian, DP bisa besar sehingga bisa atur masa cicilan tidak terlalu lama," ia menambahkan.

0 komentar:

Posting Komentar